History of Google

8 11 2011


Pernahkan anda membayangkan suatu saat terbang diatas kota anda, lalu menjelajahi semua sudut kota dari udara hingga melihat gambar rumah anda dari atas. Anda bisa melihat atap rumah anda dan bahkan mobil tetangga yang diparkir di jalan di depan rumah. Dulu hal itu hanya dapat dilakukan oleh surveyor foto udara yang harus mendapat ijin dari instansi keamanan di tingkat Pusat. Dan tentu saja dengan biaya yang sangat mahal. Tapi sekarang hal itu anda bisa lakukan hanya dengan menggeser-geser mouse komputer dan dengan gratis pula, kecuali biaya sambungan internet. Anda bisa melakukan itu berkat Google Earth dan Google Map, produk Google yang sangat spektakuler.
tampilan 3d kota masachussets di Google Earth
tampilan 3d kota masachussets di Google Earth
Google, tidak disangsikan lagi saat ini menjadi search engine yang paling banyak dipakai orang diseluruh dunia setiap hari. Google yang semula hanya sekedar search engine biasa, kini sudah berkembang dengan berbagai fitur yang sangat beragam. Hanya dengan mengetikkan kata tertentu di Google, dalam hitungan detik anda bisa mencari informasi atau gambar apa saja dari jutaan website diseluruh dunia. Anda akan dibawa menjelajah dengan kecepatan yang sangat luarbiasa dan yang paling penting, semua itu dengan gratis. Software Google memang digunakan tanpa bayar dan tanpa copy rights, tidak seperti software lainnya yang harus anda beli.
sergey brin(paling kanan) dan larry page(paling kiri)
sergey brin(paling kanan) dan larry page(paling kiri)
Awalnya Google berkembang dari sekedar program komputer pencari biasa menjadi suatu perusahaan komputer yang sangat besar. Google diciptakan dan dibangun oleh dua orang bersahabat Larry Page dan Sergey Brin. Sebagaimana kebanyakan penemu luar biasa lainnya Larry dan Sergey tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan sampai ke kondisi seperti sekarang. Mereka adalah tipikal pekerja keras yang brilian dan tidak mau menyerah terhadap hambatan dan tantangan apapun. Larry Page dan Sergey Brin bertemu di Universitas Stanford, California sebagai mahasiwa post doctoral (PhD). Persahabatan mereka dibangun melalui serangkaian perdebatan-perdebatan yang sangat panjang sebagai mahasiswa PhD dibidang komputer. Mereka berdua adalah mahasiswa yang selalu haus mencari jawaban dari suatu persoalan. Penemuan program pencari Google diawali dari fakta yang mereka hadapi ketika sulitnya mengumpulkan informasi dalam waktu yang singkat. Dari hasil penelitian mereka terhadap sejumlah search engine (program pencari) yang sudah ada, mereka mendapati bahwa kebanyakan program pencari tidak mampu memberikan hasil yang memuaskan. Kenyataan itu menantang Larry dan Sergey untuk menciptakan program komputer baru yang tidak hanya cepat tetapi juga mampu memberikan urutan website berdasarkan tingkat kepentingan informasi.. Saking bersemangatnya mereka ingin menciptakan program komputer, mereka membentuk perusahaan agar mampu mewujudkan idenya itu. Maka dengan bersusah payah meyakinkan orang akhirnya ada yang mau meminjami 100 ribu dollar sebagai modal awal untuk membuka kantor di tahun 1998.
Larry dan Sergey memulai perusahaannya dengan berkantor di garasi sewaan di kawasan Menlo Park, California. Dengan semangat yang luar biasa dan kerja keras yang tiada henti, dalam waktu yang singkat Larry dan Sergey menjadikan Google perusahaan dengan kemajuan yang sangat fantastis. Google berkembang melewati batas-batas perkiraan orang. Bahkan Google berani melawan “mainstream” kebanyakan perusahaan. Dari modal 100 ribu dollar di tahun 1998, pada tahun 2004, nilai penjualan Google sudah menjadi 3,2 milliar dólar, dan pada bulan Agustus 2005, nilai saham Google merkoket ke 79,6 milliar dollar.
Perjalanan fantastis Google itulah yang diceritakan oleh David A. Vise dan Mark Malseed dalam bukunya The Google Story (Kisah Sukses Google). David A. Vise, wartawan pemenang hadiah penghargaan bergengsi Pulitzer, menuliskan keberhasilan Google dengan gaya bercerita ala novel. Buku ini menarik sebagai cerita terlebih lagi sebagai biografy the Google Guys, sebutan untuk Larry Page dan Sergey Brin dalam membangun Google. David A Vise membuat alur cerita tidak murni berdasarkan kronologis kejadian, tetapi berdasarkan tema cerita yang ia ingini. Seperti diakuinya, Vise dan Malseed menjalin cerita berdasarkan ribuan jam penelitian dan wawancara dengan sejumlah orang.
Google memang fenomena menghebohkan diabad millenium yang menjadikan dunia berbasiskan internet. Ia menghebohkan tidak hanya karena kemampuannya sebagai mesin pencari yang luar biasa, tetapi juga sebagai perusahaan yang terus menerus mengeruk untung. Sejak tahun pertama pendirian Google sampai enam tahun berturut-turut Google mencatat keuntungan yang menanjak sepanjang tahun. Google bahkan berani mendikte kemapanan pasar saham Wallstreet untuk mengikuti kemauan the Google Guys. Ketika Google hendak mendaftarkan dirinya sebagai perusahaan terbuka di Wallstreet, Google dengan berani tidak mau mengikuti sejumlah ”aturan” yang dibuat oleh Wallstreet. The Google Guys menilai bahwa para pialang di Walstreet merupakan kumpulan para mafia yang menggerogoti perusahaan yang akan go publik disana. Menurut Larry dan Sergey para pialang Wallstreet akan meraup keuntungan yang sangat besar sementara perusahaan yang mau go publik harus berjuang mati-matian untuk bertahan. Karena itulah the Google Guys membuat aturan sendiri untuk go publik. Dengan luar biasa Sergey dan Larry melakukan jurus jitu menundukkan pialang Wallstreet. Dan semua kesuksesan itu dilakukan dalam usia yang sangat muda. Ketika Google melakukan go publik di Wallstreet pada bulan Agustus 2004, Sergey dan Brin berusia belum genap 31 tahun.
Sejak awal pendirian perusahaan, Sergey dan Larry hanya mempekerjakan orang-orang pilihan. Bahkan ketika perusahaannya belum jelas dari mana akan memperoleh uang, Sergey dan Larry tidak pernah berhenti mencari karyawan dengan kualifikasi terunggul. Dengan kecerdasan dan kemampuan keduanya menjual ide kepada orang untuk bekerja bersama mereka dan merekrut para PhD dari universitas terkemuka.
Mereka juga membajak jago-jago komputer dari sejumlah perusahaan besar Amerika. Dengan berani Google mengincar orang-orang unggulan dari Microsoft dan Yahoo untuk pindah ke Google. Sejumlah karyawan andalan Microsoft akhirnya memang pindah ke Google.
Google juga berhasil membangun sistem kerja yang unik dengan para karyawannya. Di Googleplex, kantor pusat mereka saat ini di Silicon Valley, California, suasana kerja diciptakan sedemikian rupa, sehingga kesan formalitas ditanggalkan. Google menyusun manajemen perusahaan ala kampus yang memberi keleluasaan bagi karyawan untuk mengembangkan inovasinya tanpa batas. Meski demikian, prinsip objectivitas terus dikembangkan. Semboyan perusahaan Don’t be Evil digunakan sebagai pedoman untuk menjunjung nilai-nilai objektivitas dan kejujuran. Di Googleplex, mereka juga merancang ruangan sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan bagaimana para pendiri bisa tetap dekat dengan karyawan. Ruangan ditata sehingga nyaris tidak ada batas-batas antar sesama karyawan, Untuk ini Sergey dan Larry bahkan ikut terlibat sangat detail dalam perencanaann ruangan kerja.
Untuk mendukung karyawan yang prima dalam bekerja, mereka menyiapkan makanan sehat bagi karyawan. Untuk itu koki khusus direkrut untuk memasak makanan sehat bagi semua karyawan. The Google Guys berkeyakinan bahwa makanan sehat sangat diperlukan bagi karyawan yang bekerja keras. Dan itu semua harus disediakan perusahaan. Koki jempolan secara khusus menyusun program makan sehat dan teratur di Googleplex.
Keberhasilan Google juga tidak lepas dari persoalan hukum. Dalam pengembanganproduk-produknya, Google dinilai berbagai pihak melakukan perbuatan melawan hukum. Beberapa pihak mencoba menuntut di pengadilan, tetapi dengan gigih para pengacaranya menghasilkan kemenangan dipihak Google. Ketika dihadapkan pada tuntutan hukum untuk tuduhan ”penjiplakan” sistim periklanan, Google juga berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Sergey dan Larry memang tidak mau main-main dalam dalam bekerja, dalam proses hukum mereka menggunakan pengacara-pengacara jempolan.
Google dalam waktu 6 tahun memang telah menggegerkan dunia. Para saingannya dibuat kalang kabut, bahkan Bill Gates bos Microsoft termasuk yang ketar-ketir menghadapi Google. Saat buku The Google Story karya David A. Vise diterbitkan ditahun 2005, Google bahkan masih terus menikmati kejayaanya. Saat inipun Google masih terus melakukan inovasi-inovasi untuk memantapkan kerajaannya di dunia internet. Google Labs sebagai wadah untuk mencoba produk-produk baru yang terus bertambah jumlahnya. Andapun mungkin sudah masuk dalam jaringan pengguna Google saat ini. Perkembangan Google dalam tahun- tahun kedepan pantas untuk diperhatikan, seberapa jauh raksasa internet ini akan semakin merambah dan mengikat dunia atau menuju suatu perkembangan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Selamat ber-Google ria, selamat menjelajah dunia di ujung jari anda.





Pirates from Silicon Valley

24 10 2011

perjalanan Bill Gates dalam membangun dan membesarkan Microsoft. Dalam film ini juga diungkapkan bagaimana Gates menyusup ke dalam Apple saat perusahaan komputer itu lebih dulu terkenal.

Kisah sukses Bill Gates juga tergambar melalui kejelian dan kecerdikan Gates dalam membangun kualitas melalui persaingan yang ketat. Perjalanan Microsoft Corporation yang didirikan Bill Gates memang banyak diwarnai dengan kabar miring tentang etika bisnis yang dijalankannya.

Tak sedikit pula tuduhan praktek monopoli dikenakan pada perusahaan software tersebut. Namun justru kontroversi itulah yang membesarkannya. Bagaimana pun, kecanggihan dan kegunaan produk yang dibuatnya lebih diterima pasar dunia dibandingkan produk dari perusahaan lain.

William Henry Gates III merupakan anak dari keluarga kaya dan terpandang kelahiran Seatle, Ayahnya adalah seorang pengacara ternama, sedangkan ibunya seorang pegawai bank. Saat kecil, Bill Gates tumbuh dalam lingkungan yang sangat mendukung perkembangan otaknya. Dia dikenal sangat cerdas dan bersekolah Lakeside School yang merupakan sekolah unggulan ternama di Seatle, AS.

Di sekolah ini pula Gates dikenalkan dengan sebuah model komputer sederhana model ASR-33 dan dengan cepat menguasai bahasa pemrograman Basic. Kecerdasannya pula yang mendorongnya untuk menghabiskan banyak waktu malamnya untuk membuat dan mengolah bahasa pemograman. Gates juga dikenal merupakan hacker yang jago.

Namun justru karena kecerdasan dan eksentriknya itulah yang membuat Bill gates sebagai orang terkaya di dunia karena kepiawaiannya dalam membesarkan Microsoft. Nama Gates memang tak bisa dilepaskan dari Microsoft, perusahaan software komputer terbesar di dunia yang didirikannya.

Bahkan ketika harus bersaing dengan berbagai perusahaan komputer terkemuka lainnya, Gates mampu menempatkan produknya selalu memiliki keunggulan. Inilah salah satu faktor kisah sukses Bill Gates yang selalu mendahului pesaingnya.

Selain kecerdasan dan eksentriknya, Gates juga termasuk hiper kreatif. Bukan hanya saat pendidikan dasar saja dia membuat masalah, bahkan saat kuliah di Harvard pun Gates dikenal seakan tak patuh aturan. Saat kuliah, Gates sering ditemukan tengah tertidur akibat malam harinya yang dihabiskan di depan komputer. Akibatnya, dia lebih memilih drop out dari kuliahnya dan mendirikan perusahaan sendiri, yaitu Microsoft Corporation. Demikianlah kisah sukses Bill Gates yang membuatnya menjadi orang terkaya di dunia hingga kini.





Cerita Sukses Pedagang Bakso ( Tugas Technopreneurship )

8 10 2011

seorang penjual bakso keliling yang setiap sore selalu ditunggu-tunggu oleh pelanggan. Ia berjualan bakso sejak saya masih remaja, dengan rasa yang biasa-biasa saja. Tetapi dalam lima tahun terakhir, saat penjual bakso mulai banyak, saya melihat perubahan yang besar. Selain rasa baksonya yang enak, rasa kuahnya juga sangat sedap, halal, harganya juga murah.

Pantas, setiap orang selalu menunggu-nunggu saat ia lewat. Namanya, Timbul. Nama ini, kini bukan sekedar nama bakso, tetapi sudah menjadi guyonan jika ada orang yang sedang berdiri di tepi jalan. Ketika ditanya, menunggu siapa? Jawaban slengekan sering dibalas dengan ucapan : menunggu Timbul.saya mendatangi rumahnya, menanyakan mengapa rasa baksonya  begitu enak, tekstur, kekenyalannya, juga rasanya. Semuanya dibuat alami, dari bahan halal, daging sapi beneran, bukan daging glonggongan, tanpa bahan pengawet karena selalu habis dalam sehari.

“Rahasianya apa kok baksonya enak,” tanya saya kepadanya, Timbul mau menceritakan perjalanan hidupnya, dari sejak berjualan bakso pertama kali, hingga hari ini. Jika dihitung-hitung, sudah lebih dari 15 tahun ia berjualan bakso.Iapun menceritakan, bagaimana ia setiap hari mencoba membuat bakso terbaik dan rasa terenak sesuai yang diinginkan pelanggan. Setiap pulang dari berjualan, ia selalu mengoreksi kekurangannya bersama istri tercintanya. Menghitung omzet, keuntungan, meskipun jumlahnya tidak seberapa, justru merupakan kegiatan berikutnya.

Untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, caranya, ia selalu mendengar  apa saja yang dikeluhkan pelanggan, mulai dari kuah yang anyep, bakso yang kurang empuk, hingga omela-omelan lain yang sering diucapkan pelanggan. Semua didengarkan. Saran, kritikan, cacian, tidak membuatnya marah, tetapi malah ‘tersenyum’ dan berkeinginan untuk terus  memberikan yang terbaik kepada pelanggannya.  Rasa baksonya yang enak rahasianya terletak pada campuran daging, dan bahan lain dengan adonan yang tepat. Rasa kuahnya yang sedap terletak pada perlakuan pemberian bumbu-bumbu dan kaldu yang tepat, serta pengapian saat memasak.

Pada awal masa produksi, Timbul hanya mengolah 25 kilogram daging sapi. Ia menggiling dan membuat bakso sendiri. Memperbaiki kerusakan mesin sen- diri. Setelah bakso jadi, dengan sepeda motor ia mengirim bakso ke pasar Cipinang, Jatinegara, Kebayoran Lama, dan Kramat Jati pun seorang diri.

Timbul yang kala itu membuat bakso dengan mesin giling manual memiliki kenangan. Karena teledor, jari manis tangan kanannya masuk ke dalam mesin giling bakso. Walhasil, ujung jarinya masuk ke mesin dan tergiling oleh spiral yang ada di dalamnya.

Selain kenangan saat membuat bakso, ada pula kisah saat pertama kali Timbul memasarkan bakso. Oleh seorang pedagang bakso di pasar Kramat Jati, Jakarta, Timbul diminta datang pukul 4.30 sore. Tapi ia telat. Si pedagang pun marah. Bakso yang ia bawa akhirnya dilempar, dan ia langsung disuruh pulang. Timbul sebetulnya kecewa, tapi setelah mengendapkan pikiran, ia sadar bahwa kejadian itu karena kesalahan dirinya. Ia pun berjanji kepada diri sendiri akan lebih menghormati mitra bisnis dan mengirim pesanan sebelum batas waktu.

Esok hari dan hari-hari berikutnya Timbul tetap setia menjalani rutinitas membuat dan memasarkan bakso. Pesanan bakso terus bertambah, dari yang semula hanya satu atau dua karung, berikutnya beberapa karung. Kapasitas muat motor sudah tidak memungkinkan. Sadar bahwa antara pesanan dan kemampuan armada pengirim tidak memadai lagi, ia pun menyewa dari saudaranya mobil pick-up Suzuki ST20, orang biasa menyebut mobil dua tak dengan volume mesin 500cc itu dengan Suzuki Truntung.





CLEAR OS (cepat & mudah buat router)

24 01 2011

Akir akir ini kebutuhan internet semakin menggila di berbagai kalangan dan berbagai bidang, internet tidak lepas kaitannya dengan sebuah server. salah satu kebutuhan server yang sangat erat hubungannya dengan sebuah koneksifitas internet adalah sebuah router.Router adalah salah satu pendukung komponen komputer dan jaringan, dengan router kita dapat memperbayak akses internet ke berberapa komputer kita. Router adalah alat penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Kurang lebih konsepnya  seperti BABx di line telephone, kita hanya mendapat satu nomor  dari provider telephone yang kita inginkan, dengan adanya Pabx kita dapat memberikan akses akes telephone yang lain di tempat lain. lebih lengkapnya liat link website http://id.wikipedia.org/wiki/Router

Dengan Keterangan di atas kita bisa rekomendasikan clear OS menjadi sebuah router. MENGAPA MEMILIH CLEAR OS ??? Read the rest of this entry »








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.